WAJAH BARU PW IPM BALI PERIODE 2026-2028, SIAP MENAHKODAI ARAH BARU GERAKAN

Denpasar, 16 Agustus 2026 – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Bali periode 2026-2028 resmi dilantik pada Minggu (16/8/2026). Prosesi pelantikan berlangsung secara khidmat di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali.

Mengusung tema “Merajut Prama, Menahkodai Arah Baru Gerakan Pelajar Muhammadiyah Berkemajuan”, pelantikan tersebut menjadi langkah awal bagi pimpinan baru untuk memulai perjalanan yang lebih progresif dan berdampak.

Pelantikan ini dihadiri oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Bali, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM), jajaran Organisasi Otonom Muhammadiyah, dan Organisasi Kepemudaan tingkat Wilayah, alumni, serta kader IPM dari berbagai daerah di Bali.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan tentang susunan kepengurusan PW IPM Bali periode 2026-2028 oleh PP IPM, dilanjutkan dengan pengucapan ikrar pelantikan dan penandatanganan berita acara. Prosesi tersebut menandakan resmi dimulainya kepengurusan baru yang dipimpin M. Rafly Al Baihaqi sebagai Ketua Umum PW IPM Bali periode 2026-2028.

Dalam sambutannya, Rafly menegaskan bahwa organisasi bukan hanya tentang jabatan, melainkan tentang amanah dan jejak perjuangan yang ditinggalkan.
Hari ini bukan tentang siapa yang dilantik, tapi hari ini adalah tentang amanah yang siap kita tunaikan selama 1 periode ke depan. Hari ini bukan tentang satu jabatan, bukan tentang siapa yang berdiri di depan, bukan pula siapa yang namanya tercatat dalam struktur kepemimpinan. Karena pada akhirnya jabatan akan selesai, kepengurusan akan berganti, dan teman-teman yang dilantik hari ini akan digantikan oleh generasi-generasi berikutnya. Tetapi jejak perjuangan akan tetap tinggal, melekat, dan dikenang oleh generasi ke depan.”

Sejalan dengan hal tersebut, Rizki Anugrah Robby, Bendahara Umum PP IPM dalam sambutannya juga mengajak PW IPM Bali periode 2026-2028 untuk memaknai pelantikan bukan hanya sekedar seremoni pergantian kepengurusan, tetapi sebagai perayaan ide dan gagasan, kebersamaan, serta kemenangan bersama.

Bahwasannya pelantikan PW IPM Bali ini harus dimaknai sebagai al-ihtifalul bil-afkar, al-ihtifalul bil taazur, dan Al-Ihtifal bil-Nasr. Maka sempurnalah esensi kemenangan itu ketika perayaan idenya jalan, kebersamaannya jalan, maka poin ketiga yang dimaksud dapat teman-teman rasakan.

Sementara itu, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali turut menyampaikan pesan agar PW IPM Bali terus mengambil peran dalam membangun ekosistem pendidikan dan kepemudaan yang memberikan ruang seluas-luasnya untuk terus bertumbuh, berkreasi, dan berprestasi melalui sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah, satuan pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat.

Menutup rangkaian pelantikan, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali memberikan amanat kepada PW IPM Bali periode 2026-2028 bahwa setiap pemimpin ada masanya, setiap masa ada pemimpinnya. Satu periode kepemimpinan akan berakhir dan digantikan dengan generasi berikutnya. Kerena itu, amanah yang diterima perlu dimaksimalkan dengan menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

Amanah kepemimpinan bukan hanya tentang bagaimana menjalankan satu periode, tetapi bagaimana jejak perjuangan yang ditinggalkan dapat terus dirasakan oleh generasi setelahnya. Dengan semangat tersebut, PW IPM Bali periode 2026-2028 diharapkan mampu menjaga amanah dan menghadirkan langkah-langkah baru untuk masa depan organisasi.


(Alvani)

Scroll to Top